Manajemen kuota sering kacau saat penjualan dibuka serentak di situs web, media sosial, dan agen mitra (reseller). Akibat pencatatan kuota kursi secara manual di spreadsheet, sering terjadi overbooking atau terlambat menutup pendaftaran. Selain itu, staf operasional kewalahan mengumpulkan data manifes peserta (salinan KTP/paspor, riwayat alergi, ukuran baju, preferensi kamar) via formulir pesan instan yang tercecer.
Dampak & Hasil Terukur:
Sinkronisasi kuota kursi keberangkatan (allotment) secara langsung di semua kanal penjualan dengan penguncian otomatis (seat lock) selama proses pembayaran berlangsung.